Pola kepemimpinan yang dikembangkan di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa  adalah pola kepemimpinan partisipatif yang mengedepankan prinsip-prinsip disiplin, transparan, akuntabel ,dan bertanggujawab.  Dengan pola kepemimpinan tersebut, setiap individu yang terlibat dalam proses pengelolaan, diberdayakan dengan tetap memerperhatikan profesionalisme kompetensi, hak, kewajiban, dan otoritas masing-masing. Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Universitas menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, efisiensi, dan simplikasi. Pimpinan satuan organisasi melakukan tugas fungsi koordinasi, pembimbingan, dan pembuatan laporan. Laporan tersebut dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan evaluasi dan bahan penilaian pelaksanaan pekerjaan.

A. KEPEMIMPINAN OPERASIONAL

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan operasional, Dekan mengarahkan seluruh komponen, mulai dari Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Tata Usaha, Kepala Bagian, Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, Koordinator Kerjasama, Dosen dan segenap unit kerja di Fakultas untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai visi dan misi Fakultas. Selanjutnya, dalam upaya operasionalisasi segala program dan peraturan yang berlaku, Dekan selalu berkomunikasi dan berdiskusi dengan setiap komponen agar dapat berlangsung dengan efektif dan efisien.

B. KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan organisasi, Dekan berperan menjadi pemersatu semua komponen organisasi. Berbagai kritik, saran dan masukan dari setiap komponen; ditampung, dievaluasi dan dirumuskan oleh Dekan untuk pengembangan organisasi. Pengambilan keputusan terutama yang berkaitan dengan pengembangan organisasi, Deka selalu melibatkan pimpinan lainnya termasuk pimpinan Program Studi, dan/atau Dosen, serta Senat Fakultas dalam hal-hal tertentu, agar keputusan yang diambil menjadi lebih efektif dan difahami semua komponen, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Demikian juga halnya dengan kepemimpinan di masing-masing komponen/unit kerja; pengambilan keputusan-keputusan penting yang akan dilaksanakan, juga selalu didiskusikan terlebih dahulu. Dekan dan seluruh pimpinan berupaya maksimal agar kepemimpinan organisasi tidak menyimpang dari nilai-nilai, norma, dan etika serta budaya organisasi. Dengan demikian, pola kepemimpinan organisasi Fakultas diharapkan dapat lebih berdaya guna mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran Fakultas.

C. KEPEMIMPINAN PUBLIK

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pimpinan publik, Dekan selalu berupaya berkomunikasi dengan masyarakat dan institusi terkait untuk menjalin hubungan baik dan kerjasama. Setiap pimpinan unit kerja diamanahkan untuk merintis kerjasama terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi keputusan terakhir tetap pada Dekan. Berkat kepemimpinan yang baik, Fakultas telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri. Kerjasama dengan berbagai institusi terjalin dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Selain itu Dekan Pertanian juga terlibat pada organisasi publik baik organisasi kemasyarakatan maupun profesi.