MONITORING DAN EVALUASI

Kegiatan belajar mengajar didasarkan pada tujuan yang pasti dan konsisten dengan sasaran kurikulum. Materi kuliah terencana, teratur dan dievaluasi sehingga sesuai dan dapat dipahami oleh mahasiswa. Pengkajian materi kuliah terencana dan disiapkan. Monitor dan mengevaluasi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar harus dimonitor Dosen dan mahasiswanya apakah telah sesuai dengan kehadirannya dalam kurun waktu tertentu. Mengevaluasi penilaian harus mengacu pada buku pedoman, bobot penilaian harus jelas dan diketahui oleh semua unsur terkait. Metode penilaian harus disiapkan dan dipakai secara terencana untuk dianalisis. Standar penilaian harus dinyatakan secara eksplisif dan konsisten sesuai dengan kurikulum. Kemajuan yang dicapai oleh mahasiswa dipantau secara terjadwal oleh pembimbing akademik dan Dosen pengasuh.

Monitoring dan pelaksanaan evaluasi kegiatan penyelenggaraan pendidikan, di antaranya : melakukan monitoring serta mengevaluasi perkuliahan, kegiatan bimbingan Dosen, kegiatan kemahasiswaan yang berhubungan dengan upaya peningkatan mutu pembelajaran, serta pengadministrasian, bersama Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan, mengadakan monitoring dan mengevaluasi kerja pengadministrasian umum kepagawaian dan kepegawaian, selanjutnya bersama Kepala Bagian Keuangan  monitor serta mengevaluasi penerimaan keuangan dan pelaksanaan pembukuannya serta monitor dan mengevaluasi kegiatan kemahasiswaan.

Sistem monitoring dan evaluasi yang dikembangkan di Fakultas Pertanian secara umum telah dapat dipahami oleh seluruh civitas akademika karena telah disosialisasikan pada setiap awal tahun akademik melalui rapat Dosen, maupun pengenalan kampus kepada mahasiswa. Hal-hal yang telah disosialisasikan di antaranya:

  1. Struktur Organisasi, mekanisme dan tata kerja di Fakultas Pertanian;
  2. Peraturan mengenai mekanisme, koordinasi serta pengambilan keputusan;
  3. Peraturan mengenai mekanisme kepemimpinan Fakultas Pertanian; dan
  4. Peraturan mengenai mekanisme kepamimpinan program studi.

Aturan-aturan tersebut telah mampu menciptakan suasana akademik dan administrasi yang kondusif, dengan indikator diantaranya:

  1. Setiap unsur memahami dan melaksanakan alur koordinasi dan pelayanan sesuai dengan yang telah ditetapkan;
  2. Proses pembelajaran dilakukan secara efektif dan efesien sesua dengan jadwal; dan
  3. Tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang dalam menciptakan dan memelihara interaksi Dosen dan mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

MANFAAT HASIL MONEV BAGI PERBAIKAN PROSES PEMBELAJARAN

Universitas Bosowa dan Fakultas Pertanian  memiliki unit kendali mutu yang berfungsi untuk mengendalikan kualitas program studi sehingga kosisten dengan visi, misi serta tujuan yang telah ditetapkan, demikian pula evaluasi dilakukan oleh setiap Program Studi secara berkesinambungan yang ternyata hasilnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran maupun pengelolaan administrasi akademik dalam hal-hal berilkut:

Bagi Institusi. Monev menjadi dasar bagi Prodi, dan Fakultas untuk melakukan kendali mutu akademik secara komprehensif, bersistem, dan berkesinambungan.  Setiap Prodi memanfaatkan hasil monev untuk upaya perbaikan metode dan proses pembelajaran, serta revisi kurikulum dan silabus.

Bagi Dosen. Monev menjadi bahan evaluasi diri secara individu maupun secara kelompok tim fasilitator pengampu matakuliah untuk melakukan berbagai perbaikan, seperti meningkatkan tingkat kehadiran, memperbaiki kualitas materi pembelajaran, memperbaiki kualitas metode pembeljaran, meningkatkan kemutakhiran rujukan sumber pembelajaran, meningkatkan relevansi dengan dunia kerja.  Sebagai contoh, hasil monev seperti frekuensi perkuliahan bermanfaat menjadi bahan rujukan bagi dosen dalam menyusun Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh, atau Laporan Kinerja Dosen (LKD), atau Laporan Beban Kinerja Dosen (BKD) yang wajib disusun setiap semester.

Bagi Mahasiswa.  Monev menjadi acuan dasar untuk senantiasa memperbaiki cara belajar dan mengantisipasi masalah secara lebih dini, sehingga dapat meningkatkan IPK dan memperpendek masa studi.  Dengan mengakses informasi hasil monev, misalnya tentang tingkat kehadiran perkuliahan, mahasiswa baik secara mandiri maupun dengan bimbingan Penasehat Akademik dapat memanfaatkannya untuk memperbaiki dengan meningkatkan frekuensi kehadiran agar proses studi lebih produktif dan efektif sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan IPK dan kecepatan kelulusan. Hal ini dapat memperbaiki mutu dan meningkatkan daya saing, yang pada akhirnya berimplikasi memperpendek masa tunggu mendapatkan pekerjaan.

Bagi Tenaga Administrasi Kependidikan.  Monev menjadi landasan untuk memperbaiki kualitas layanan akademik, serta  senantiasa meningkatkan kinerja administrasi akademik.  Dengan memanfaatkan informasi hasil monev, tenaga administrasi dapat lebih mudah dan lebih cepat menyusun, meng-upload maupun meng-update data dan informasi Universitas, sehingga lebih lebih cepat pula menyajikan pelayanan administrasi kepada sivitas akademika yang membutuhkan.