Pedoman Monitoring & Evaluasi

Pedoman sistem monitoring dan evaluasi dosen dan tenaga kependidikan telah disusun pedoman dan SOP nya oleh Unit Penjaminan Mutu dan dilakukan secara berkala dan didukung dengan standar, SOP dan sistem dokumentasi secara lengkap dan baik, oleh karena itu kinerja dosen dan tenaga kependidikan dimonitor secara berkala baik mingguan, bulan maupun per semester. Setiap tengah dan akhir semester kinerja unit diaudit oleh Unit Penjaminan mutu internal, sehingga dapat diketahui tentang kinerja secara keseluruhan dari dosen dan tenaga kependidikan serta hasil evaluasi terhadap kinerjanya.

Sistem monitoring dan evaluasi terhadap kinerja dosen dan tenaga kependidikan tercermin pada pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi dilakukan berdasarkan prosedur yang disusun oleh Tim Penjamin Mutu Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa.  Setiap aktivitas Tridharma sudah ditetapkan sasaran mutu yang harus dicapai dan strategi pelaksanaannya terus dimonitoring dan dievaluasi secara terpadu, baik monitoring mingguan dan semesteran, maka selama kurun satu semester dilakukan Monitoring dan Evaluasi oleh Unit Penjamin mutu dan Tim Penjamin mutu Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa. Pedoman tertulis tentang sistem monitoring dan evaluasi serta rekam jejak kinerja dosen dan tenaga kependidikan.

Pelaksanaan Monitoring & Evaluasi

PENDIDIKAN

Monitoring terhadap proses pembelajaran di kelas dilakukan dengan menyiapkan perangkat daftar hadir mahasiswa bagi setiap mata kuliah. Daftar hadir ini dilampiri satuan acara perkuliahan (SAP) untuk memastikan bahwa setiap kali kehadiran di kelas, dosen membahas materi kuliah sesuai dengan SAP. Setelah selesai memberi kuliah, dosen wajib membubuhkan tandatangan di baris paling bawah daftar hadir mahasiswa dan di bagian akhir SAP. Setiap awal semester, untuk tiga minggu pertama berlangsungnya perkuliahan, kehadiran dosen dalam mengajar direkap oleh tenaga kependidikan di bagian akademik untuk disampaikan kepada Bagian Penjaminan Mutu dan ditembuskan kepada Kaprodi. Hal ini dilakukan untuk memonitor bila ada mata kuliah yang belum berjalan secara efektif. Akhirnya kehadiran dosen secara keseluruhan direkap setelah perkuliahan berakhir dalam satu semester.

Sementara itu, evaluasi dilakukan dari dua sisi yaitu dari sisi mahasiswa dan dari sisi program studi. Evaluasi proses pembelajaran oleh mahasiswa dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa untuk setiap dosen dan mata kuliah yang diampu.  Hasil evaluasi ini disampaikan kepada setiap dosen oleh bagian Penjaminan Mutu dalam rapat dosen yang diadakan minimum sekali dalam satu semester. Evaluasi oleh Program Studi dilakukan dengan menindaklanjuti laporan rekapitulasi tentang kehadiran dosen, baik dalam tiga minggu di awal semester maupun rekapitulasi keseluruhan di akhir semester. Jika ditemukan terdapat indikasi kehadiran dosen belum memenuhi kehadiran sesuai standar, maka pimpinan Prodi menghubungi tim dosen pengampu untuk meminta penjelasan tentang hal itu, dan menyarankan agar melaksanakan perkuliahan di hari lain sebagai pengganti.

PENELITIAN

Monitoring terhadap kegiatan penelitian dimaksudkan selain untuk memantau aktivitas dosen dalam dharma kedua, juga dimaksudkan agar hasil-hasil penelitian dosen digunakan sebagai referensi dalam mengajar mata kuliah yang diampunya. Karena itulah, Program Studi mendorong para dosen mengajukan proposal penelitian untuk memperoleh pendanaan hibah di LPPM atau Dikti. Dana internal juga disiapkan bagi dosen yang melakukan penelitian secara berkelompok sesuai bidang studinya.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Demikian pula untuk aktivitas pengabdian kepada masyarakat, setiap dosen diberi kesempatan yang sama dan didorong untuk menyusun proposal pengabdian guna memperoleh hibah.

Monev yang dilakukan pada dasarnya bukan bertujuan untuk mencari kesalahan, tetapi lebih utama diharapkan agar program-program yang dilaksanakan dapat berjalan sebagaimana mestinya, sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Di samping itu, dengan adanya Monev setiap kesulitan dan/atau penyimpangan yang terjadi dapat dideteksi dan diketahui lebih awal sehingga lebih mudah di cari solusinya.

Jika selama ini Monev lebih banyak dilakukan pada tahap-tahap akhir suatu kegiatan, saat ini sedang diupayakan melaksanakan Monev lebih dini, misalnya dilakukan sejak tahap awal pelaksanaan kegiatan, tahap kegiatan sedang berlangsung, dan tahap akhir atau setelah kegiatan dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkecil ruang lingkup terjadinya kesalahan dan atau penyimpangan dalam pelaksanaan program/kegiatan tersebut. Untuk itu berbagai unit telah meningkatkan intensitas kinerja pengawasan secara optimal, antara lain:

  1. Pengawasan secara intensif melalui jalur struktural (berjenjang).
  2. Pengawasan secara intensif dari pimpinan
  3. Tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
  4. Intensifikasi Rapat Koordinasi baik di tingkat universitas maupun di tingkat fakultas dan jurusan.