Sistem dan pelaksanaan tata pamong Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa berorientasi kepada asas:

  1. Hukum, yakni berdasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam penyelenggaraan pendidikan (UU No. 20/2003, UU No.14/2005, PP No. 15/2005, PP No. 19/2005, Statuta Universitas Bosowa, serta peraturan dan perundang-undangan yang relevan);
  2. Empat pilar pendidikan, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar berbuat (learning to do), belajar hidup bekerjasama dalam kedamaian (learning to live together), belajar menjadikan hidup lebih bermakna (live to be);
  3. Pendidikan sepanjang hayat (long live education), yaitu memberikan layanan pendidikan sepanjang hayat;
  4. Mencerdaskan kehidupan bangsa sejak dini, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa; dan
  5. Pendidikan untuk semua (education for all), yaitu memberikan layanan pendidikan tanpa membeda-bedakan berbagai keragaman.

Sistem dan pelaksanaan tata pamong di Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa dilakukan dengan cara efektif dan efisien melalui struktur organisasi ditingkat institusi dan program studi. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa telah memiliki struktur yang memadai mulai dari satu orang Ketua Program Studi dan staf administrasi. Guna menjamin akuntabilitas dan peningkatan mutu akademik, maka upaya-upaya desentralisasi kewenangan diporsikan secara relevan sesuai dengan cakupan wewenang masing-masing.  Implementasi sistem tata pamong Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa diarahkan untuk menjamin terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan, berhasilnya strategi yang digunakan secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil. Sistem tata pamong Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa dilaksanakan dengan cara:

1. Kredibel

Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa menjadi penanggungjawab atas penciptaan kredibilitas program studi. Ketua Program studi selaku pemimpin senantiasa melakukan berbagai upaya untuk memperbanyak komunikasi untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan keterlibatan Dosen dalam setiap kegiatan rutin secara formal dan informal dalam kepemimpinannya. Contoh konkret yang dilakukan Ketua Program Studi melalui Lokakarya kurikulum yang dilaksanakan sekali dalam lima tahun, tujuannya untuk mengevaluasi relevansi kurikulum dengan kebutuhan pengguna luaran. Lokakarya ini melibatkan seluruh unsur Dosen pengampu mata kuliah dalam lingkup Program Studi Peternakan Universitas Bosowa dan melibatkan pakar dan Akademisi di luar lingkup Program Studi Peternakan Universitas Bosowa. Dimana hasil lokakarya kurikulum ini dijadikan acuan Dosen Program Studi Peternakan untuk merevisi Garis Besar Rencana Pembelajaran (GBRP) dan Satuan Acara Pengajaran (SAP) mata kuliah yang diampu.

2. Transparan

Transparansi sistem tata pamong dalam hal ini dapat dilihat dari keterbukaan informasi baik yang menyangkut aspek akademik maupun non akademik. Dimana strategi pencapaian sasaran dilakukan dengan tahapan waktu yang jelas dan sangat realistik dengan didukung dokumen yang lengkap dengan melibatkan peran serta aktif dari seluruh civitas akademika, sehingga menjadi transparan, sangat jelas serta mudah dipahami oleh seluruh civitas akademika Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa.  Contoh konkretnya yang menyangkut aspek akademik dimana pada saat pembagian pengampu mata kuliah, pembimbingan Skripsi, dan pembimbingan PKL pada Dosen, Ketua Jurusan melakukan rapat internal dengan menghadirkan Dosen tetap dan Dosen luar biasa untuk memberi masukan atau semacam evaluasi atas kegiatan pembelajaran selama satu semester dan resolusi-resolusi untuk semester berikutnya. Selain itu contoh lain dari aspek akademik adalah Ketua Program Studi  menyebarluaskan informasi Proyek Hibah Kompetensi pada Dosen sebagai upaya peningkatan mutu Dosen. Contoh konkret yang berkaitan dengan aspek non akademik yaitu Ketua Program Studi senantiasa melakukan penyampaian atau sosialisasi mengenai pemberian Beasiswa bagi Mahasiswa yang berasal dari pemerintah dan swasta pemberi Beasiswa, baik melalui leaflet atau selebaran.

3. Akuntabel

Akuntabilitas sistem tata pamong pada Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian universitas Bosowa dalam hal ini berkaitan dengan segala hal yang dapat dinilai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari masing-masing civitas akademika (Dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan. Akuntabilitas sistem tata pamong pada Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian universitas Bosowa tertera pada aturan, ukuran atau kriteria, sebagai indikator keberhasilan suatu pekerjaan atau perencanaan yang telah tertuang dalam statuta dan peraturan akademik. Contoh konkretnya adalah Dosen pengampu mata kuliah senantiasa melakukan evaluasi proses pembelajaran setiap awal, tengah dan akhir semester berjalan.  Kinerja Dosen secara keseluruhan dievaluasi melalui  quesioner oleh mahasiswa dalam bidang PBM setiap akhir semester.

4. Bertanggung Jawab

Bertanggung jawab dalam sistem tata pamong pada Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa dalam hal ini tercermin dalam pencetakan KHS setiap semester untuk diberikan kepada orang tua mahasiswa sebagai stake holder.

5. Adil

Adil dalam sistem tata pamong pada Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa tercermin pada pengembangan karier dan sistem reward and punishment di lingkungan Program Studi Peternakan dijalankan secara sangat adil, dimana telah tersedia standard procedure operating (SOP) yang sangat jelas dalam sistem reward dan pengembangan karier yang diterapkan oleh Yayasan Aksa Mahmud selaku pemangku tertinggi dalam operasional Universitas Bosowa. Dengan demikian, seluruh elemen Dosen dan tenaga kependidikan dalam lingkungan Program Studi Peternakan termotivasi untuk senantiasa mengembangkan ide dan kreativitas menuju jenjang karier dan reward yang diberikan oleh Yayasan dan Pemerintah apabila Dosen dan tenaga kependidikan apabila yang bersangkutan berprestasi. Contoh lain aspek penerapan prinsip-prinsip keadilan tercermin dengan memberikan peluang yang sama bagi semua Dosen di lingkup Program Studi untuk mendapatkan kesempatan peningkatan kualifikasi dan pengembangan karir, adil dalam pembagian mata kuliah yang sesuai dengan keahlian/keilmuan masing-masing Dosen juga penugasan-penugasan lainnya yang berhubungan dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

Untuk melaksanakan pekerjaan di tingkat program studi disusun sebuah organisasi secara proporsional mulai dari Ketua Program Studi dibantu oleh satu orang staf administrasi.  Dengan demikian pelaksanaan tata pamong merupakan suatu sistem yang menjamin seluruh manajemen berjalan efisien dan efektif.