SELEKSI & REKRUTMEN

Penerimaan dosen dilakukan dengan menggunakan sistem penerimaan yang berlaku di Universitas “45” yang mengacu pada kriteria DIKTI dan kebutuhan program studi. Jumlah dosen yang diterima berdasarkan ketentuan pihak Yayasan Aksa Mahmud  dengan terlebih dahulu meminta usulan dan pertimbangan dari Program Studi Budidaya Perairan danFakultas Pertanian Universitas “45” Makassar. Calon dosen yang mendaftar harus mengikuti seleksi yang dilaksanakan oleh pihak Universitas “45” Makassar dan Fakultas Pertanian  setelah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi.

Persyaratan Akademik:

  1. Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian.
  2. Dosen memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program Magister untuk program sarjana.
  3. Memiliki bidang keahlian yang dibutuhkan sesuai kebutuhan Program Studi Budidaya Perairan

Berdasarkan hasil seleksi/rekuitmen dosen dan tenaga kependikakan tersebut, calon dosen dan tenaga kependidikan yang dinyatakan lulus diangkat dengan Keputusan Ketua Yayasan Aksa Mahmud dan ditempatkan pada unit organisasi sesuai dengan formasi jabatan yang telah ditentukan.Pelaksanaan seleksi/rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan pada Universitas “45” dilakukan oleh tim atau panitia pelaksana yang dibentuk/ditugaskan dengan Keputusan Ketua BPH Universitas “45”. Panitia seleksi/rekruitmen dalam melaksanakan tugasnya mengacu pada Peraturan Ketua Yayasan Aksa Mahmud Tahun 2013 tentang sistem pengelolaan dosen dan tenaga kependidikan universitas “45”, dan Keputusan Ketua BPH Universitas “45” Tahun 2013 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Seleksi Dosen dan Tenaga Kependidikan.

PENEMPATAN

Dosen yang lolos seleksi dan dinyatakan sebagai Calon Dosen terdaftar dalam unit kerja (Program Studi). Dosen tersebut akan ditempatkan pada program studi yang sesuai dengan kompetensi serta berdasarkan spesifikasi pendidikan dan keahlian bidang ilmunya dimana nantinya akan memperoleh status Pegawai Dosen Tetap Yayasan. Beberapa tahun terakhir, penerimaan dosen pada Universitas “45” telah menentukan formasi penerimaannya berdasarkan rasio staf pengajar dan mahasiswa pada program studi.

Penempatan dosen dan tenaga kependidikan merupakan salah satu aspek dalam sistem pembinaan SDM dilingkungan Universitas “45” yang dilaksanakan berdasarkan prinsip “the right man on the right places”, dalam artian setiap dosen ditempatkan pada posisi dan penugasan tertentu pada unit kerja tertentu, senantiasa didasarkan kepada pertimbangan pemenuhan kompetensi dan kapasitas sesuai dengan kebutuhan kompetensi dan profesionalisme jabatan yang dibutuhkan.

Penempatan dosen sebagai sumber daya tetap pada fakultas, program studi sesuai dengan komptensi dan kapasitas keilmuan/akademik yang dimiliki untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Disamping itu, tenaga dosen juga dapat diangkat dalam jabatan tugas tambahan sebagai Pimpinan Jurusan, Pimpinan Fakultas, Pimpinan Lembaga serta Pimpinan Universitas berdasarkan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki, dengan masa jabatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sedangkan penempatan tenaga kependidikan sebagai sumber daya tetap pada unit kerja pendukung (administratif/teknis lainnya) sesuai dengan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai fungsional tertentu (pustakawan, laboran, pranata humas, dan sebagainya), atau fungsional umum(staf administrasi, dan sebagainya). Disamping itu, tenaga kependidikan fungsional tertentu juga dapat diangkat dalam jabatan sebagai kepala UPT (perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya). Sedangkan tenaga kependidikan fungsional umum dapat diangkat dalam jabatan sebagai pejabat struktural (kepala biro, kepala bagian, sub bagian dan sebagainya), berdasarkan kompetensi dan kapasitas manajerial yang dimiliki, dengan masa jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PENGEMBANGAN

Pengembangan dosen dan tenaga kependidikan merupakan salah satu aspek dalam Sistem Pembinaan SDM dilingkungan Universitas “45” dengan berbagai program pengembangan SDM, meliputi: (1) tugas belajar, (2) izin belajar, (3) pendidikan dan pelatihan teknis/fungsional, (4) workshop, dan (5) seminar. Pendekatan dan prinsip dasar pengembangan dosen dan tenaga kependidikan dilingkungan Universitas “45” diselaraskan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau kebijakan pemerintah yang berlaku untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan dalam rangka upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Pembinaan staf untuk mewujudkan suasana kerja yang nyaman maka setiap staf diberikan ruang khusus untuk kenyamanan bekerja. Selain itu, ada kesempatan untuk berpartisipasi aktif sebagai pembicara dalam berbagai pertemuan ilmiah dengan mendapatkan dukungan dana PS. Dalam upaya pengembangan kompetensi dosen diwajibkan mengikuti pelatihan PEKERTI dan/atau Applied Approach (AA). Selain itu, untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan, dosen dan tenaga kependidikan diikut sertakan dalam berbagai training atau magang sesuai spesifikasi dan kualifikasi masing-masing.

Pengembangan SDM dengan berbagai program dimaksud pada dasarnya merupakan hak bagi setiap dosen dan tenaga kependidikan tetap pada Universitas “45”, namun demikian sistem dan mekanismenya diatur dengan peraturan Yayasan Aksa Mahmud dan BPH Universitas “45”.

PEMBERHENTIAN / PEMUTUSAN HUBUNGA KERJA

  1. Dosen dapat diberhentikan dengan hormat dari jabatan sebagai dosen karena:
    • meninggal dunia
    • mencapai batas usia pensiun
    • atas permintaan sendiri
    • tidak dapat melaksanakan tugas secara terus-menerus
    • selama 12 (dua belas) bulan karena sakit jasmani dan/atau rohani
    • berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara dosen dan penyelenggara pendidikan.
  2. Dosen dapat diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatan sebagai dosen karenamelanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama melalaikan kewajiban dalam menjalankan tugas selama 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus.
  3. Pemberhentian dosen sebagaimana dimaksud pada poin 1 dan 2 dilakukan oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan tinggi yang bersangkutan berdasarkan peraturan dikti dan ketentuan yang berlaku di Universitas “45”.
  4. Pemberhentian dosen karena batas usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan pada usia 65 (enam puluh lima) tahun.
  5. Profesor yang berprestasi dapat diperpanjang batas usia pensiunnya sampai 70 (tujuh puluh) tahun.
  6. Dosen yang diangkat oleh Pemerintah yang diberhentikan dari jabatan sebagai dosen, kecuali sebagaimana dimaksud poin 1, tidak dengan sendirinya diberhentikan sebagai pegawai negeri sipil.
  7. Pemberhentian dosen sebagaimana dimaksud dalam poin-poin diatas dapat dilakukan setelah dosen yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri.

Dosen pada satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri memperoleh kompensasi finansial sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.