Mekanisme pengelolaan Program Studi Budidaya Perairan dilakukan dengan menggunakan sejumlah indikator yang merujuk pada aspek-aspek yang berkaitan dengan tugasnya dalam kerangka pelaksanaan “Tri Dharma Perguruan Tinggi”.  Mekanisme ini didasarkan pada performance, interaksi akademik dan sistem distribusi beban kerja dosen dan dijalankan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Dalam monitoring dan evaluasi seluruh penyelenggaraan program studi dilakukan oleh KPS yang bertanggung jawab terhadap pengembangan program studi.  Monitoring dilakukan dalam rapat koordinasi setiap minggu keempat dalam bulan berjalan.

Program studi Budidaya Perairan sebagai penyelenggara pendidikan tinggi mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas, mempunyai kapabilitas tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan serta mampu  menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, salah satu rencana strategis Universitas “45” Makassar untuk meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan tinggi adalah dengan melakukan suatu terobosan baru melalui perubahan paradigma yakni dengan motto Jaminan Kualitas.Paradigma baru tersebut ditransformasikan kedalam beberapa fungsi manajemen untuk menjalankan sistim tata kelola perguruan tinggi yang baik antara lain fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (orginizing), pengembangan staf (staffing), kepemimpinan (leading) dan  pengawasan/pengendalian (controlling) .

Sistem pengelolaan Universitas “45” Makassar  mengacu pada berbagai ketentuan yang ada di Program Studi Budidaya Perairan; antara lain :

  1. Statuta Universitas
  2. Peraturan Akademik
  3. Rencana Strategis Universitas
  4. Rencana Operasional Universitas
  5. Rencana Strategis Fakultas
  6. Rencana Operasional Fakultas
  7. Rencana Strategis Program Studi
  8. Rencana Operasional Program Studi
  9. Surat Keputusan Rektor
  10. Surat Keputusan Dekan

Sistem pengelolaan program studi mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan pengelolaanprogram studi disusun dan didokumentasikan dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop). Renstra dan Renop ditetapkan oleh Dekan setelah memperoleh pertimbangan Senat Fakultas dan persetujuan pihak Rektorat serta diketahui oleh pihak Yayasan Aksa Mahmud. Penyusunan Renstra dan Renop didasarkan terutama kepada visi dan misi Program Studi, Fakultas dan Universitas serta perkembangan lingkungan internal dan eksternal. Rencana-rencana pengelolaan yang disusun dalam Renstra dan Renop dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh komponen, mencakup: pengelolaan pendidikan, sumberdaya manusia, sarana pendukung, kegiatan kemahasiswaan dan alumni, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dan lain-lain. Pimpinan berperan melakukan pengawasan demi terlaksananya setiap program. Kendala yang muncul akan dievaluasi untuk mencari jalan keluar agar tujuan pelaksanaan program dapat diwujudkan.

1. Planning

KPS menyusun rencana pengelolaan program studi dengan menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop). Penyusunan Renstra dan Renop dilakukan dengan melibatkan seluruh civitas akademik di tingkat jurusan dan program studi, alumni, dan pengguna lulusan. Renstra dan Renop merupakan acuan untuk segala aktivitas di program studi, namun dapat dikreasikan oleh setiap komponen asalkan tidak menyimpang dari upaya untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah digariskan. Dokumen ini berfungsi sebagai road-map bagi setiap fungsi pada program studi yang secara operasional berisi berbagai dimensi program pengembangan mutu yang harus direalisasikan/dicapai dalam satu periode. Pada setiap butir rencana pengembangan, ketercapaiannya diukur dengan menggunakan indikator-indikator kinerja. Dengan demikian, secara operasional, pengembangan program studi menjadi lebih terarah dan terukur.

2. Organizing

Secara umum, struktur organisasi mencerminkan tugas dan fungsi setiap komponen dalam pengelolaan program studi. Mulai dari tingkat Universitas, Fakultas, Jurusan/Program Studi, setiap level hirarki jabatan jelas tugas, wewenang dan tanggungjawabnya, dengan model kepemimpinan partisipatif; prinsip profesionalisme menjadi pijakan utama dalam mengambil kebijakan penempatan jabatan. Namun berbagai kegiatan juga dilakukan lintas komponen sehingga memerlukan pengorganisasian dalam pelaksanaannya. Penyusunan struktur organisasi setiap kegiatan dilakukan sesuai kebutuhan sehingga kegiatan dapat berjalan secara efektif dan afisien. Untuk memastikan setiap bidang penugasan dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka telah tersedia job-description untuk setiap bidang.

3. Staffing

Pimpinan Fakultas melalui KPS memilih dan menempatkan personel berdasarkan kompetensi, profesionalisme dan hasil evaluasi kinerja. Mekanisme seperti ini dilakukan agar pengelolaan dapat berlangsung efektif dan efisien dalam upaya mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran. Pengembangan staf dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Saat ini, dari 8 orang dosen PS Budidaya Perairan sudah 25 % S3, 1 orang melaksanakan penelitian S3 dan 1 orang dalam tahap penyelesaian S3,  serta 1 orang masih dalam poses perkuliahan  S3 dan tinggal 3 orang yang akan menyusul insya Allah pada tahun ajaran 2015/2016, selain itu dosen –dosen dan tenaga kependidikan juga dilibatkan dalam berbagai pertemuan ilmiah, seminar, workshop  dan pelatihan baik yang dilakukan oleh pihak eksternal maupun pihak internal kampus antara lain: Seminar Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Seminar Pembuatan Rencana Strategis Perguruan Tinggi, Seminar Metode Pembelajaran, Seminar softskill, workshop serta pelatihan di bidang teknologi informasi.

4. Leading

KPS selalu mengingatkan, mengarahkan dan memotivasi seluruh sivitas akademika; baik dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa agar melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing. Bahwa setiap orang bertanggungjawab dan berperan memimpin dirinya; sehingga akan bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi program studi, fakultas, universitas, masyarakat dan lingkungan. Dengan demikian, diharapkan bahwa jiwa kepemimpinan akan berkembang pada setiap pribadi pengelola sehingga tujuan organisasi dapat diwujudkan.

5. Controlling

KPS mengontrol kinerja dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa; baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Pengontrolan secara langsung, antara lain dilakukan terhadap proses belajar-mengajar, kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa, maupun terhadap penerapan peraturan-peraturan yang berlaku di Universitas. Pengontrolan terhadap kekonsistenan penerapan Renstra dan Renop dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan evaluasi suatu kegiatan. Dalam bidang akademik beberapa contoh pengontrolan yang dilakukan antara lain adalah :

(1) Guna menunjang kelancaran dan menjaga kualitas proses belajar mengajar, KPS selalu memantau kegiatan perkuliahan terutama setiap awal masa perkuliahan, pertengahan, sampai dengan akhir semester. Pemantauan dilakukan dengan mengecek kehadiran dosen dalam perkuliahan, dan bila ada yang belum terlaksana, maka akan menginstruksikandosen yang bersangkutan untuk mengisi kekurangan perkuliahan tersebut.

(2) Mengontrol kesesuaian antara materi yang diberikan setiap dosen dengan berpedoman pada Satuan Acara Perkuliahan (SAP) untuk memastikan kemajuan belajar mengajar sesuai kontrak kuliah yang diberikan di awal perkuliahan.

(3) Pengontrolan pada pembuatan soal ujian tengah semester (UTS) dan akhir semester (UAS) didasarkan pada hasil rapat pimpinan, koordinasi dosen dengan anggotanya yang mengacu pada SAP